Details

28
Sep,2024

Tingkatkan Kualitas dan Akreditasi, Lembaga Penjamin Mutu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Benchmarking ke Lembaga Penjamin Mutu Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung

Dalam rangka memperkuat implementasi sistem penjaminan mutu dan meningkatkan akreditasi institusi, Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengadakan kegiatan benchmarking ke Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung pada 23 – 25 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh tim LPM yang terdiri dari Ketua LPM, Sekretaris LPM, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Kepala Pusat Audit Pengendalian Mutu dan Kepala Pusat Klinik Kesehatan beserta staf.

Acara dimulai dengan penyambutan oleh Ketua LPM IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Dalam sambutannya, Kepala LPM Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Ija Suntana, M.Ag mengungkapkan apresiasi atas inisiatif IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung untuk berbagi pengalaman dan menggali praktik terbaik dalam penjaminan mutu.

Pada kesempatan ini, Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung memaparkan strategi dan kebijakan yang telah diterapkan dalam sistem penjaminan mutu, termasuk (1) Melakukan diskusi terkait implementasi Kurikulum OBE, dimana yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya adalah output dan outcome. Saat ini juga sedang dalam tahap melakukan workshop Kurikulum OBE untuk seluruh dosen di UIN SGD, (2) Melakukan diskusi terkait layanan sertifikasi untuk mahasiswa. Diharapkan ke depannya IAIN SAS Bangka Belitung juga dapat memproses menyediakan layanan sertifikasi untuk mahasiswa IAIN SAS. Karena sertifikasi ini salah satu unsur penting agar mahasiswa difasilitasi dan didukung Institut mendapat pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, (3) Melakukan diskusi terkait akreditasi LAMDIK, LAMEMBA dan LAMSPAK, (4) Melakukan diskusi terkait Audit Mutu Internal, (5) Melakukan diskusi monitoring visi misi dan monitoring pengukuran renstra.

Selain itu, Tim LPM  IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung juga melakukan kunjungan ke Unit Poliklinik UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk berdiskusi terkait pengajuan pendirian klinik yang diajukan ke Dinas Kesehatan dan itu membutuhkan berkas-berkas yang tidak sedikit. Dalam pengajuan klinik, membutuhkan tenaga kesehatan, gaji tenaga kesehatan dikonsultasikan terlebih dahulu ke kabiro dan perencanaan. UIN SGD membayar gaji tenaga kesehatan sebagian dari pendapatan klinik. Namun itu dapat dilakukan karena UIN SGD sudah BLU. Maka IAIN perlu mengkoordinasikan terlebih dahulu ke kabiro dan perencanaan. Pengobatan mahasiswa di klinik dilakukan secara gratis. Penarikan biaya diberlakukan ke dosen, tendik dan masyarakat di luar UIN. Untuk dosen dan tendik penarikan biaya hanya 50% 

Kepala LPM IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Ahmad Irvani, M.Ag, menyatakan bahwa benchmarking ini sangat bermanfaat untuk memperkaya wawasan dan memberikan inspirasi baru dalam upaya meningkatkan standar mutu di institusi mereka. “Hasil dari kegiatan ini akan kami tindak lanjuti untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan meningkatkan kualitas layanan akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol apresiasi dan sinergi antara kedua institusi.

Dengan terlaksananya benchmarking ini, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melalui Lembaga Penjamin Mutunya diharapkan dapat mengadopsi praktik terbaik yang relevan, sehingga mampu meningkatkan kinerja institusi dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.