Deprecated: wp_make_content_images_responsive is deprecated since version 5.5.0! Use wp_filter_content_tags() instead. in /home/u9488291/public_html/wp-includes/functions.php on line 4861

Analisis SWOT

Renstra LPM merupakan penjabaran dari penjabaran visi misi LPM yang diturunkan dari visi misi IAIN SAS Bangka Belitung. Selanjutnya penjabaran tersebut dianalisis berdasarkan situasi kekuatan dan kelemahan internal yang didasarkan pada evaluasi diri, kekuatan dan ancaman yang ada dalam lingkungan eksternal. Berdasarkan analisis SWOT dapat diidentifikasi permasalahan atau isu strategis pada level internal yang selanjutnya ditentukan alternatif pemecahan permasalahan dalam bentuk strategis perencanaan, pengembangan dan model sistem penjaminan mutu yang dipilih.

Analisis Lingkungan Internal

Kekuatan

  • LPM sudah menetapkan Visi, Misi, Sasaran dan Tujuan yang sejalan dan mendukung Renstra IAIN SAS Bangka Belitung.
  • LPM telah mempunyai struktur organisasi dan deskripsi kerja yang jelas.
  • Rektorat mendukung penuh program LPM dalam rangka penjaminan mutu.
  • LPM Mempunyai tenaga auditor SPMI yang telah terlatih.
  • LPM telah telah melakukan monitoring dan evaluasi setiap tahun/semester secara rutin dan periodik.
  • LPM telah melakukan Audit internal terhadap pelaksanaan standar setiap tahun secara rutin.
  • LPM telah membentuk Gugus Pengendalian Mutu Fakultas (GPMF) dan Gugus Pengendalian Mutu Prodi (GPMP) pada prodi.
  • IAIN SAS Bangka Belitung telah mengoperasikan Sistem Informasi akademik yang menjadi pendukung pelaksanaan standar penjaminan mutu secara online.
  • LPM IAIN SAS Bangka Belitung telah memiliki dokumen SPMI.

Kelemahan

  • Dokumen mutu belum difahami dengan sangat baik oleh semua pemangku kepentingan IAIN SAS Bangka Belitung.
  • Kegiatan audit internal belum didukung dengan meknaisme reward/upah dan penghargaan yang memadai.
  • Kegiatan Audit masih manual, sehingga membutuhkan personalia yang sangat besar.
  • Keterbatasan SDM yang mengolah dan menyajikan hasil monev dan audit untuk dijadikan bahan pengambilan keputusan menentukan kebijakan terkait akademik.
  • Suasana akademik belum menjadi “panglima”, supporting system (Tata pamong, keuangan, sarana dan prasarana) masih sangat kuat menentukan arah akademik.
  • Unit-unit pendukung pada IAIN SAS Bangka Belitung belum membuat dokumen SPMI yang merujuk pada Dokumen SPMI IAIN SAS Bangka Belitung.
  • Dokumentasi pelaksanaan standar belum terkoneksi dengan baik antar bagian, sehingga belum bisa dilacak, dibaca dan disajikan dengan cepat dan akurat.

Analisis Lingkungan Eksternal

Peluang

    • Penjaminan Mutu telah menjadi kesadaran nasional dan dapat dilakukan secara lintas lembaga/badan/instansi, Kemendikbud menjadi pusatnya.
    • Forum kerjasama antar LPM di lingkungan PTKIN sangat baik, dengan difasilitasi oleh kemenag.
    • Regulasi penjaminan mutu sangat jelas dengan penegakan sangat baik.
    • Mutu dan pengakuan perguruan tinggi ditentukan oleh kemampuan perguruan tinggi melakukan SPMI dan SPME.

Ancaman

  • Regulasi penjaminan mutu cenderung High Standard sehingga membutuhkan penyesuaian yang cepat dan berbiaya mahal.
  • Paradigma out put yang lebih menekankan aspek persiapan dan kesiapan akan berubah menjadi out come yang mengharuskan adanya keterkaitan antar standar untuk teaching and learning
  • SPME / akredtasi BAN PT menggunakan basis data elektronik pada panglakan data perguruan tinggi (PDPT).