Details

WhatsApp Image 2026-02-11 at 3.47.41 PM
11
Feb,2026

Benchmarking IAIN SAS Babel di UIN Sunan Gunung Djati Bandung


< September 2024 >
LPM IAIN SAS Bangka Belitung Laksanakan Benchmarking ke LPM UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bandung – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung melaksanakan kegiatan benchmarking ke LPM UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung sebagai bagian dari upaya penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan strategi percepatan capaian akreditasi “Unggul”. Kegiatan dilakukan pada 24 September 2024. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan mutu akademik dan non-akademik di perguruan tinggi keagamaan Islam.

Kepala LPM UIN SGD Bandung dalam paparannya menekankan pentingnya implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Ia mengilustrasikan bahwa “kurikulum OBE itu seperti pesawat kertas, bukan sekadar berhasil membuat pesawatnya, tetapi bagaimana pesawat itu dapat terbang.” Artinya, keberhasilan kurikulum tidak hanya pada dokumen dan desainnya, melainkan pada capaian pembelajaran dan luaran (outcome) yang nyata, seperti tugas mahasiswa yang dibukukan maupun dipublikasikan.

Dalam sesi diskusi, disampaikan pula bahwa untuk mencapai status Perguruan Tinggi “Unggul”, minimal 30% program studi harus terakreditasi Unggul/A. Selain itu, rekognisi internasional menjadi salah satu aspek penting yang perlu diupayakan. LPM UIN SGD mendorong IAIN SAS Bangka Belitung untuk mulai menginisiasi kegiatan bertaraf internasional, termasuk kegiatan akademik daring dengan positioning sebagai penyelenggara, misalnya mengangkat tema kekhasan lokal seperti “Islam Melayu”.

Terkait akreditasi LAM, dibahas pula dinamika instrumen LAMSPAK dan kebijakan BAN-PT, serta optimalisasi penggunaan SAPTO selama masa transisi instrumen. Pada LAMDIK, tidak terdapat syarat perlu khusus untuk predikat Unggul selain pemenuhan skor kumulatif yang ditetapkan. Oleh karena itu, strategi institusi perlu diarahkan secara terukur sesuai analisis kesiapan masing-masing program studi.

Dalam penguatan tata kelola mutu, LPM UIN SGD memaparkan praktik pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) yang telah berjalan sistematis. AMI bidang akademik mencakup Tri Dharma Perguruan Tinggi dan didukung oleh 86 auditor tersertifikasi. Sementara audit non-akademik dikoordinasikan oleh Satuan Pengawasan Internal (SPI). Proses AMI dilaksanakan melalui aplikasi, di mana auditor memberikan catatan dan penilaian secara digital. Jika tidak diperlukan visitasi lapangan, sertifikat dan surat keterangan telah melaksanakan AMI dapat langsung diterbitkan.

Siklus SPMI di UIN SGD dijalankan secara konsisten melalui tahapan PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Hasil AMI disampaikan kepada program studi, kemudian dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang menghadirkan Rektor, UPPS, dan program studi. RTM menghasilkan rekomendasi yang ditindaklanjuti melalui Rapat Tindak Lanjut (RTL) di tingkat UPPS, serta audit tindak lanjut berbasis portofolio.

Selain audit reguler, UIN SGD juga melaksanakan audit tematik, seperti audit khusus kurikulum, RPS, maupun sarana prasarana. Pada audit tingkat UPPS, unit menyampaikan borang dan memaparkan capaian visi-misi di hadapan auditor. Praktik ini memperkuat budaya mutu berbasis data dan kinerja terukur.

Dalam aspek regulasi internal, disampaikan pentingnya konsistensi nomenklatur dokumen mutu sesuai statuta: pedoman pada level institusi, panduan pada level fakultas, dan petunjuk teknis pada level program studi. Dokumen-dokumen tersebut direview secara berkala oleh tim yang ditetapkan. Manajemen risiko juga diturunkan dari Rencana Strategis (Renstra) atau Rencana Strategis Bisnis (RSB), dengan pelaksanaan pengawasan dikoordinasikan oleh SPI.

Sebagai bagian dari benchmarking terpadu, kegiatan ini juga melibatkan Pusat Kesehatan IAIN SAS Bangka Belitung yang melakukan benchmarking dengan Klinik Pratama UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kepala Pusat Klinik Kesehatan IAIN SAS turut hadir untuk memperkuat tata kelola layanan kesehatan kampus berbasis standar mutu dan keselamatan layanan.

Melalui kegiatan benchmarking ini, LPM IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung memperoleh berbagai rekomendasi strategis untuk penguatan SPMI, optimalisasi AMI berbasis digital, percepatan akreditasi Unggul, serta perluasan rekognisi internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun budaya mutu berkelanjutan dan mendorong transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.