Untuk meningkatkan kualitas dan standar akreditasi program studi dan institusi, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan workshop penyusunan borang Akreditasi Program Studi (APS) dan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) unggul. Kegiatan ini berlangsung di hari Sabtu, 10 Agustus 2024 di Asrama Haji Prov Bangka Belitung dan diikuti oleh para Dekan, Kaprodi, Sekprodi, Gugus Kendali Mutu Fakultas dan Gugus Kendali Mutu Program Studi dari berbagai fakultas dan program studi.
Rektor yang diwakili Wakil Rektor 1 Prof. Dr. H. Hatamar, M.Ag, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya akreditasi sebagai tolok ukur kualitas pendidikan. “Penyusunan borang APS dan APT yang baik dan benar adalah langkah strategis dalam mencapai akreditasi unggul yang menjadi cerminan mutu pendidikan di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kita. Diharapkan dengan terselenggaranya workshop ini, dapat mewadahi para kaprodi dan pejabat fakultas agar dapat mempersiapkan akreditasi, bahkan jika akreditasi dilakukan masih lama. Mempersiapkan dokumen akreditasi perlu dipaksa dan ditegaskan agar tidak gopoh di waktu menjelang akreditasi.,” ujarnya.
Ketua Lembaga Penjamin Mutua, Dr. Ahmad Irvani, M.Ag menjelaskan,” Instrumen Akreditasi tahun depan akan berubah, hanya ada terakreditasi dan tidak terakreditasi. Persiapan akreditasi harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum Asesmen Lapangan agar penyusunan borang dapat terorganisir dengan baik.
Workshop ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang akreditasi pendidikan tinggi, yaitu Dr. Syahril Jamil, M.Ag yang memberikan bimbingan teknis dan panduan lengkap dalam penyusunan borang. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman mendalam tentang standar dan kriteria akreditasi, teknik pengumpulan data dan bukti pendukung, serta strategi penyusunan laporan yang efektif dan efisien.
Dr. Syahril Jamil, M.Ag menjelaskan pentingnya konsistensi, akurasi, membuat rumah untuk akses dokumen akreditasi serta mengikuti timeline Ban-PT dalam penyusunan borang. “Borang yang disusun harus mencerminkan kondisi sebenarnya dari program studi dan institusi. Keakuratan data dan bukti pendukung sangat penting dalam proses penilaian akreditasi. Tidak kalah penting membuat “rumah” untuk akses dokumen terkait akreditasi, serta membuat sosialisasi target-target pertahun sampai akhirnya dilaksanakn akreditasi diikuti dengan melakukan simulasi untuk tracking posisi akreditasi sampai dimana agar kemudian menentukan apa yang harus dilakukan agar mencapai target yang diinginkan yang dikawal oleh Lembaga Penjamin Mutu,” katanya.
Selain pemaparan materi, workshop ini juga diisi dengan sesi simulasi pengisian DKPS dan evaluasi DKPS yang telah diisi. Dalam sesi ini, mereka mendapat kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber dan mendapatkan masukan konstruktif.
—