Bangka-Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, LPM menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang berlangsung pada Senin, 21/10/2024 di Aula Gedung Terpadu.
Ketua LPM IAIN SAS Babel Dr. Ahmad Irvani,M.Ag dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud dari salah satu siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) atau siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan. Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) ini merupakan agenda penting yang diadakan secara berkala untuk menilai kinerja serta meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh fakultas dan program studi di IAIN SAS Babe, ujar Irvani.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan terima kasih kepada narasumber Prof. Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT. di mana beliau sebagai Anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Asesor. Di tengah kesibukannya, beliau bisa hadir di kampus IAIN SAS Babel.
Hingga saat ini, terdapat 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang memperoleh akreditasi Unggul, dan ini menjadi penyemangat bagi civitas akademika IAIN SAS Babel, ujar Irawan.
Dalam kegiatan RTM ini Prof. Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT. menyampaikan materi Sosialisasi Kebijakan Akreditasi Pasca terbitnya Peraturan Mendikbud Riset dan Teknologi RI Nomor 53 Tahun 2023.
Menurut Slamet Wahyudi, Rapat Tinjauan manajemen pada hakikatnya merupakan salah satu budaya yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi yang sudah mulai menerapkan sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
“Tujuan dari pelaksanaan RTM adalah meninjau hasil implementasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) berupa tinjauan input yakni sasaran mutu, hasil audit, penanganan keluhan, umpan balik stakeholders, perubahan sistem manajemen mutu, pengendalian tindakan perbaikan dan pencegahan, saran-saran perbaikan serta tindak lanjut hasil manajemen lalu.
Sedangkan tinjauan output yakni berupa perbaikan efektifitas sistem manajemen mutu, perbaikan produk dan sumber daya manusia yang dibutuhkan,” jelas Slamet Wahyudi.
Lebih lanjut Slamet Wahyudi menyampaikan RTM merupakan langkah lanjut dari Audit Mutu Internal (AMI) dalam merumuskan proritas pengembangan yang akan dipilih.
“Pertimbangan atas setiap pilihan dibahas dalam RTM dengan memperhatikan setiap aspek yang relevan dari setiap unit yang bersangkutan, sehingga disepakati mana langkah-langkah pengembangan yang akan diambil,” pungkasnya.
Kegiatan rapat tinjauan manajemen ini diikuti oleh seluruh jajaran, fakultas, Kepala Biro, Lembaga Penjamin Mutu (LPM), Gugus Penjamin Mutu Fakultas (GPMF) serta unit di lingkungan IAIN SAS Babel.
Turut hadir juga dalam kegiatan RTM ini peserta eksternal dari Universitas Bangka Belitung, Institut Citra Internasional (ICI) Bangka Belitung, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Institute Sains dan Bisnis Atma Luhur Pangkalpinang, Universitas Pertiba serta seluruh tim LPM IAIN SAS Babel.(*)
Penulis : Ayaknan