Ketua LPM, Kampus Perlu Menyusun Pedoman Kuliah Daring

Bangka, LPM—-Mengingat kondisi pandemi yang diperkirakan berakhir di akhir tahun, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung perlu segera menyusun pedoman perkuliahan daring. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Irawan, M.S.I saat menghadiri rapat pimpinan (6/07) lalu.

Menurut Irawan, pembelajaran di masa pandemi sebetulnya sudah dilakukan di pertengahan semester genap lalu dengan moda daring. Akan tetapi, pembelajaran ini dilaksanakan sesuai dengan persepsi masing-masing dosen.

“Masing-masing dosen tentu memiliki persepsi yang berbeda terkait dengan pembelajaran daring. Jika tidak ada pedoman, maka ada kemungkinan pembelajaran daring yang dilakukan dosen tidak sesuai dengan standar minimal pendidikan tinggi. Hal ini lah yang ingin kita antisipasi”, papar Irawan.

Irawan melanjutkan, walaupun dengan sistem daring, mutu pembelajaran menjadi hal penting. Disusunnya pedoman ini salah satunya adalah untuk memberikan jaminan mutu pembelajaran. “Perlu ada kepastian mutu pembelajaran, terkait sistem pembelajaran daring. Jika ada pedoman dan standar nya, maka mudah untuk melakukan evaluasi”, katanya.

Bentuk Tim Penyusun
Menyikapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag menyambut baik respon ketua LPM untuk segera menyusun pedoman pembelajaran daring.

“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan ketua LPM bahwa, perlu menyusun pedoman khusus pembelajaran daring. Kita menyadari bahwa, sejak awal pembelajaran daring dimulai di pertengahan semester lalu sampai saat ini kita (red–IAIN SAS Babel) belum memiliki pedoman tersebut”, ungkap Rusydi.

Rusydi menegaskan, dalam hal penyusunan pedoman pembelajaran daring, saat ini sudah dibentuk tim penyusun. “SK alhamdulillah sudah terbit. In sha Allah dalam waktu dekat saya akan mengundang kembali tim untuk membahas beberapa hal penting terkait pedoman”, ungkapnya.

Ditanya mengenai target penyelesaian pedoman pembelajaran daring, Rusydi berharap dapat disepakati oleh tim nantinya. “Keinginan kita pedoman itu segera selesai, tetapi tim perlu mempertimbangkan substansinya juga. Jangan sampai, ada hal-hal yang tidak tercover terkait seperti apa pembelajaran daring yang diinginkan. Paling tidak 2 atau 3 Minggu kedepan draft pedoman sudah selesai untuk selanjutnya dibahas lebih lanjut oleh pihak-pihak terkait”, ujar Rusydi.

Bersamaan dengan penyiapan pedoman pembelajaran daring, saat ini juga sedang berlangsung penyusunan pedoman akademik baru yang sudah dimulai sejak pertengahan Februari lalu (Dinar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *