Details

WhatsApp Image 2026-02-11 at 4.08.49 PM
11
Feb,2026

Benchmarking IAIN SAS Babel di UINSA Surabaya

IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Laksanakan Benchmarking ke UIN Sunan Ampel Surabaya dan Klinik Pratama UINSA

Surabaya – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung melaksanakan kegiatan benchmarking ke UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada Kamis, 9 Oktober 2025. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui kunjungan ke Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UINSA serta pengelolaan layanan kesehatan kampus melalui Klinik Pratama UINSA.

Tim IAIN SAS Babel dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim benchmarking LPM dan tim benchmarking Pusat Klinik Kesehatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi percepatan mutu institusi dan penguatan tata kelola menuju capaian akreditasi unggul dan layanan pendukung akademik yang profesional.

Penguatan SPMI dan Strategi Menuju Unggul

Dalam sambutannya, Ketua LPM IAIN SAS Babel menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari LPM UINSA serta harapan untuk memperoleh wawasan strategis terkait implementasi SPMI dan akreditasi. Saat ini, beberapa program studi di IAIN SAS Babel telah meraih predikat Unggul dan Baik Sekali, sehingga penguatan tata kelola mutu menjadi prioritas untuk meningkatkan capaian institusi secara menyeluruh.

Ketua LPM UINSA, Dr. Ali Mustofa, M.Pd., menegaskan bahwa yang terpenting bukan sekadar sertifikasi ISO, tetapi bagaimana SPMI diperkuat secara substansial dan berkelanjutan. Ia memaparkan bahwa LPM UINSA memiliki struktur organisasi yang adaptif sesuai Ortaker terbaru, dengan berbagai korpus (koordinator pusat) seperti Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Pengembangan Standar dan Audit Mutu Akademik, Akreditasi dan Pemeringkatan, Integrasi Keilmuan, Konseling, serta Penerimaan Mahasiswa Baru.

UINSA saat ini memiliki 77 program studi dengan rancang bangun mutu periode 2022–2026 yang menargetkan lebih dari 50% prodi terakreditasi Unggul serta peningkatan akreditasi internasional. Penguatan mutu dilakukan melalui siklus AMI (Audit Mutu Internal), Exit Strategy, dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang melibatkan seluruh pimpinan universitas. RTM bahkan dilaksanakan secara khusus di luar kampus untuk memastikan fokus dan komitmen bersama.

LPM UINSA juga memiliki 77 auditor bersertifikat dan bekerja sama dengan lembaga sertifikasi eksternal untuk peningkatan kompetensi auditor. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin, antara lain melalui monev RPS, UTS dan UAS, monitoring perkuliahan oleh GKM, serta pemantauan evaluasi peringkat akreditasi (PEPA). Instrumen AMI disusun dengan mengacu pada standar akreditasi, bukan sekadar indikator akreditasi.

Selain itu, UINSA menerapkan sistem kinerja berbasis IKU, IKT, dan IKK yang terintegrasi dengan Renstra serta kebijakan strategis Rektor. Sebelum Rapat Kerja, unit-unit kerja mengikuti munaqasyah (sidang presentasi capaian kinerja) yang diakhiri dengan penandatanganan kontrak kinerja sebagai bentuk komitmen bersama.

Benchmarking Klinik Pratama: Tata Kelola dan Akreditasi Paripurna

Pada saat yang sama, tim Pusat Klinik Kesehatan IAIN SAS Babel melakukan benchmarking ke Klinik Pratama UINSA. Dalam sambutannya, Ketua LPM IAIN SAS Babel menjelaskan bahwa di IAIN SAS, pusat klinik berada di bawah LPM sesuai nomenklatur kelembagaan. Saat ini telah tersedia ruang klinik, namun masih dalam tahap pengembangan menuju tata kelola dan akreditasi yang lebih optimal.

Kepala Klinik Pratama UINSA memaparkan perjalanan panjang pendirian klinik yang berdiri sejak 2001 dan memperoleh izin operasional resmi pada 25 November 2022. Klinik ini berhasil meraih Sertifikat Akreditasi Paripurna (berlaku 2023–2028), tersertifikasi ISO sejak 2022, serta meraih penghargaan Fasilitas Kesehatan Inovasi Mutu Pelayanan dari Lembaga Akreditasi Mutu Fasyankes Indonesia (LAMFI) tahun 2025.

Secara kelembagaan, Klinik Pratama UINSA memiliki layanan komprehensif yang mencakup layanan kuratif, preventif, promotif, dan rehabilitatif. Tenaga kesehatan terdiri dari dokter umum, dokter gigi, apoteker, perawat, serta tenaga administrasi. Klinik juga mengembangkan layanan konseling psikologi yang banyak diminati mahasiswa, serta menjalin kemitraan internal dan eksternal, termasuk kerja sama dengan BPJS dan rumah sakit mitra.

Program promotif dan preventif dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, seminar, edukasi media sosial, dialog interaktif di media massa, hingga program Cek Kesehatan Gratis (CKG) rutin bagi mahasiswa. Klinik juga memanfaatkan sistem pendataan dan screening kesehatan untuk memetakan risiko penyakit mahasiswa sebagai dasar kebijakan layanan kesehatan kampus.

Dalam sesi diskusi, tim IAIN SAS Babel mendapatkan masukan penting terkait tahapan perizinan, strategi penguatan SDM, pembentukan tim task force, hingga pentingnya menjaga legalitas layanan dan membangun kemitraan strategis. Pengalaman UINSA menunjukkan bahwa penguatan sarana prasarana, struktur organisasi, dan sistem pendukung akademik menjadi fondasi utama keberhasilan klinik kampus.

Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan

Kegiatan benchmarking ini diakhiri dengan komitmen untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan antara IAIN SAS Bangka Belitung dan UIN Sunan Ampel Surabaya, baik dalam pengembangan SPMI maupun tata kelola layanan kesehatan kampus. Pertukaran praktik baik ini diharapkan menjadi pijakan strategis bagi IAIN SAS Babel dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berorientasi pada keunggulan institusi.

Melalui benchmarking ini, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung semakin optimis dalam memperkuat sistem mutu dan layanan pendukung akademik sebagai bagian dari transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing nasional maupun internasional.