Banjarmasin — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Comparative Study of Quality Assurance ke LPM UIN Antasari Banjarmasin pada Kamis hingga Jum’at, 23–24 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik antar perguruan tinggi.
Kegiatan hari pertama dilaksanakan di LPM UIN Antasari Banjarmasin dan disambut langsung oleh Ketua LPM, Dr. Ridha Darmawaty, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Pada sesi perkenalan, LPM UIN Antasari memaparkan struktur organisasi yang terdiri dari tujuh pusat, yaitu: Pusat Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru, Pusat Audit dan Pengendalian Mutu Internal, Pusat Akreditasi dan Sertifikasi, Pusat Manajemen Kurikulum dan Integrasi Ilmu, Pusat Pengembangan Mutu Kemahasiswaan, Pusat Perencanaan Pengembangan Sistem Mutu Akademik, serta Pusat Pengembangan Standar Mutu.
Selain itu, dipaparkan pula berbagai aplikasi penjaminan mutu yang telah diterapkan secara digital, seperti sistem SPMI, Audit Mutu Internal (AMI), monitoring dan evaluasi (monev), serta dashboard pelaporan kinerja. Digitalisasi ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan mutu dan mendukung proses akreditasi secara terintegrasi.
Dalam diskusi, turut dibahas penyesuaian kurikulum berbasis kebijakan terbaru, termasuk implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), serta pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Selain itu, isu pelaporan Beban Kinerja Dosen (BKD) juga menjadi perhatian, khususnya terkait penggunaan aplikasi BKD berbasis digital yang terintegrasi dengan sistem akademik guna mendukung monitoring dan evaluasi kinerja dosen.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Klinik Pratama UIN Antasari Banjarmasin sebagai salah satu unit layanan pendukung akademik yang juga menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu internal.
Dari kunjungan tersebut, diperoleh berbagai informasi penting terkait tata kelola klinik perguruan tinggi. Klinik Pratama UIN Antasari berada di bawah Bagian Umum dan Rumah Tangga, serta memberikan layanan kesehatan dasar secara gratis bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan ringan, penanganan kasus sederhana, serta program rutin seperti pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru, donor darah, dan vaksinasi.
Dari sisi sumber daya manusia, tenaga kesehatan di klinik sebagian besar telah berstatus PPPK, dengan sistem rekrutmen yang dikelola oleh bagian kepegawaian. Klinik juga telah memiliki izin operasional sejak tahun 2020, meskipun saat ini masih dalam proses perpanjangan.
Dalam aspek penjaminan mutu, Klinik Pratama telah diaudit oleh LPM pada berbagai aspek seperti Renstra, SOP, struktur organisasi, tata kelola SDM, serta pengelolaan limbah. Hal ini menunjukkan bahwa unit layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung mutu institusi secara menyeluruh.
Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, proses perpanjangan izin operasional, serta belum optimalnya kerja sama dengan fasilitas kesehatan lanjutan untuk sistem rujukan.
Melalui kegiatan ini, LPM IAIN SAS Babel memperoleh berbagai wawasan strategis dalam pengembangan sistem penjaminan mutu, baik pada aspek akademik maupun layanan pendukung. Hasil comparative study ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan memperkuat budaya mutu di lingkungan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.
